Artikel 4, 5 dan 6

TERAPI PSIKOANALISIS

(FREUD)

  • Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi
  • Secara historis → aliran pertama dari 3 aliran utama psikologi
  • Sumbangan utama psikoanalisis :
    1. kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia
    2. tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar
    3. perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thd kepribadian dimasa dewasa
    4. teori psikpanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahami cara-cara yg di use oleh individu dalam mengatasi kecemasan
    5. terapi psikoanalisis telah memberikan cara2 mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi2
  • Konsep2 utama terapi psikoanalisis
    1. struktur kepribadian
      • id
      • ego
      • super ego
    2. pandangan ttg sifat manusia
      • pandangan freud ttg sifat manusia pd dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik
    3. kesadaran & ketidaksadaran
      • konsep ketaksadaran
        • mimpi2 → merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat2 konflik
        • salah ucap / lupa → thd nama yg dikenal
        • sugesti pascahipnotik
        • bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas
        • bahan2 yg berasal dari teknik proyektif
  1. Kecemasan
    • Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu

Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya

  • 3 macam kecemasan
    • Kecemasan realistis
    • Kecemasan neurotic
    • Kecemasan moral
  • Tujuan terapi Psikoanalisis
    • Membentuk kembali struktur karakter individu dg jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri klien
    • Focus pd uapaya mengalami kembali pengalaman masa anak2
  • Fungsi & peran Terapis
    • Terapis / analis membiarkan dirinya anonym serta hny berbagi sedikit perasaan & pengalaman shg klien memproyeksikan dirinya kepada teapis / analis
    • Peran terapis
      • Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hub personal dlm menangani kecemasan secara realistis
      • Membangun hub kerja dg klien, dg byk mendengar & menafsirkan
      • Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan2 klien
      • Mendengarkan kesenjangan2 & pertentangan2 pd cerita klien
  • Pengalaman klien dlm terapi
    • Bersedia melibatkan diri kedalam proses terapi yg intensif & berjangka panjang
    • Mengembangkan hub dg analis / terapis
    • Mengalami krisis treatment
    • Memperoleh pemahamn atas masa lampau klien yg tak disadari
    • Mengembangkan resistensi2 untuk belajar lbh byk ttg diri sendiri
    • Mengembangkan suatu hub transferensi yg tersingkap
    • Memperdalam terapi
    • Menangani resistensi2 & masalah yg terungkap
    • Mengakhiri terapi
  • Hub terapis & klien
    • Hub dikonseptualkan dalam proses tranferensi yg menjadi inti Terapi Psikoanalisis
    • Transferensi mendorong klien untuk mengalamatkan pd terapis “ urusan yg belum selesai” yg terdapat dalam hub klien dimasa lalu dg org yg berpengaruh
    • Sejumlah perasaan klien timbul dari konflik2 seperti percaya lawan tak percaya, cinta lawan benci
    • Transferensi terjadi pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yg menyangkut cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan & dendamnya
    • Jika analis mengembangkan pandangan yg tidak selaras yg berasal dari konflik2 sendiri, mk akan terjadi kontra transferensi
      • Bentuk kontratransferensi

→ perasaan tdk suka / keterikatan & keterlibatan yg berlebihan

  • Kontratransferensi dapat mengganngu kemajuan terapi
  • Teknik dasar Terapi Psikoanalisis
    1. Asosiasi bebas

→ adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman2 masa lalu & pelepasan emosi2 yg berkaitan dg situasi2 traumatik di masa lalu

  1. Penafsiran

→ Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi2 bebas, mimpi2, resistensi2 dan transferensi

* bentuk nya = tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna2 t.l

  1. Analisis Mimpi

→ Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap bahan2 yg tidak disadari dan memberikan kpd klien atas beberapa area masalah yg tak terselesaikan

  1. Analisis dan Penafsiran Resistensi

→ Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan2 yg ada dibalik resistensi shg dia bias menanganinya

  1. Analisis & Penafsiran Transferensi

→ Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi

Artikel 2

Terapi Humanistic Eksistensial

  1. Konsep-konsep utama

Konsep utama Eksistensial humanistic adalah freedom (kebebasan) dan responsibility (tanggung jawab). Manusia disamping ada keunikan diri sendiri, ia “manusia” tidak lepas dari keberadaan orang lain. Gejala alienasi (penyimpangan) merupakan gejala keterasingan dengan diri sendiri, dengan lingkungannya, atau dengan Tuhannya, sehingga individu yang bersangkutan kehilangan eksistensi diri.Eksistensial Humanistik diperlukan bagi individu yang mengalami kekosongan batin; tingkah lakunya merupakan refleksi dari apa yang diharapkan orang lain pada dirinya; misalnya, dengan terpaksa, terlanjur, dsb.

Dosa eksistensial dalam bentuk memilih tidak memililh dalam situasi memilih dengan pilihan semakin banyak/kesadaran makin luas; tidak pernah memilih/kesadaran sempit.

Ada persamaan dan perbedaan antara Eksistensial dan Humanistik.

Persamaan dan perbedaan itu adalah sebagai berikut:

v  Persamaan: Eksistensial Therapy (Subjective reality, Kepercayaan pada Klien) sama dengan Humanistic Therapy (Freedom, Choice, Meaning, Otonomy, Value, Tujuan & Personal responsibility).

v  Perbedaan: Existensial Therapy (menekankan pada kecemasan, dan pada manusia tidak ada internal nature) VS  Humanistic Therapy (Tidak terlalu menekankan kecemasan, tiap manusia mempunyai potensi untuk membuktikan mendapat kondisi natural yang tumbuh secara otomatik).

Pandangan tentang Sifat Manusia

  1. Kesadaran diri
  • Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berpikir dan memutuskan.
  • Semakin besar kesadaran dirinya, maka semakin besar pula kebebasannya untuk memilih altrnatif-alternatif.
  • Kebebasan memilih dan bertindak itu disertai dengan tanggung jawab.
  • Manusia bertanggung jawab atas keberadaan dan nasibnya.
  1. Kebebasan, tanggung jawab dan kecemasan
  • Kesadaran akan kebebasan dan tanggung jawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia.
  • Kecemasan juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (Nonbeing)
  1. Penciptaan Makna
  • Manusia berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan.
  • Menjadi manusia juga berarti menghadapi kesendirian.
  • Manusia memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan sesamanya dalam suatu cara yang bermakna.
  • Manusia juga berusaha untuk mengaktualisasikan diri, yakni mengungkapkan potensi-potensi manusiawinya. Apabila gagal mengaktualisasikan dirinya, maka ia bisa menjadi “sakit”.
  • Tujuan – Tujuan Terapeutik

Bugental (1965) menyebutkan bahwa keotentikan sebagai “urusan utama

psikoterapi”  dan “nilai eksistensial pokok”

  1. Terdapat tiga karakteristik dari keberadaan otentik :

—  Menyadari  sepenuhnya keadaan sekarang

—  Memilih bagaimana hidup pada saat sekarang

—  Memikul tanggung jawab untuk memilih.

  1. Klien yang neurotic adalah orang yang kehilangan rasa ada, dan tujuan terapi adalah membantunya agar ia memperoleh atau menemukan kembali kemanusiaannya yang hilang.
  2. Pada dasarnya, tujuan terapi eksistensial adalah :

—  meluaskan kesadaran diri klien

—  meningkatkan kesanggupan pilihannya

—  menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya.

 Fungsi Dan Peran Terapis

Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikoterapi Humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut :

  1. a) Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi
  2. b) Menyadari peran dan tanggung jawab terapis
  3. c) Mengakui sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.
  4. d) Berorientasi pada pertumbuhan
  5. e) Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi yang menyeluruh.
  6. f) Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien.
  7. g) Memandang terapis sebagai model, bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif.
  8. h) Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandagan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.
  9. i) Bekerja kearah mengurangi kebergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.
  1. Penerapan : Teknik-Teknik Dan Prosedur-Prosedur Terapeutik

Teknik – teknik serta prosedur terapeutik dalam teori eksistensi humanistik dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Tidak ada teknik tertentu yang ditentukan secara ketat
  • Metode-metode yang berasal dari Gestalt dan analisis transaksional sering digunakan.
  • Mengintegrasikan metodologi dan konsep-konsep psikoanalisis.

Menurut Bugental konsep inti psikoanalisis tentang resistensi dan trasferesi dan praktek terapi bisa diterapkan pada filsafat eksistensial.

  1. Tema-Tema Dan Dalil-Dalil Utama Eksistensial
  1. Dalil 1 : Kesadaran diri

Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari diri yang menjadikannya mampu melampaui situasi sekarang  dan membentuk basis bagi aktivitas-aktivitas berpikir dan memilih yang khas manusia.

“ semakin tinggi kesadaran, maka semakin utuh diri sesorang”

Berikut ini adalah daftar dari beberapa pemunculan kesadaran yang dialami orang, baik konseling individual maupun dalam konseling kelompok :

  1. a) Mereka menjadi dasar bahwa dalam usaha yang nekat untukdicintai, mereka sebenarnya kehilangan pengalaman dicintai.
  2. b) Mereka melihat, bagaimana mereka menukarkan keamanan yang diperolehdari keberuntungan dengan kecemasan – kecemasan yang menyertai pengambilan putusan untuk diri sendiri.
  3. c) Mereka mengakui, bagaimana mereka berusaha mengingkari berbagai ketidakkonsistenan diri mereka sendiri, dan bagaimana mereka menolak apa – apa yang ada di dalam diri sendiri, yang mereka anggap tidak bisa diterima.
  4. d) Mereka bisa mengakui bahwa mereka gagal untuk hidup pada saat sekarang karena dikuaisai oleh masa lampau maupun oleh rencana masa depan, atau karena mencoba mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus.
  5. Dalil 2 : Kebebasan dan tanggung jawab

Manusia pada dasarnya adalah bebas, oleh karenanya harus bertanggung jawab atas pengarahan hidup dan penentuan nasibnya sendiri.

  1. Dalil 3 : Keterpusatan dan kebutuhan akan orang lain.

Individu memiliki kebutuhan untuk memelihara keunikan dan keterpusatannya, tetapi sekaligus  memiliki kebutuhan untuk keluar dari diri sendiri, berhubungan dengan orang lain dan lingkungan.

  1. Keberanian untuk ada

Usaha menemukan inti dan belajar bagaimana hidup dari dalam memerlukan keberanian. Manusia berjuang untuk menemukan, untuk menciptakan dan untuk memelihara inti dari ada kita.

  1. Pengalaman kesendirian

Manusia bisa memperoleh kekuatan dari pengalaman melihat kepada diri sendiri dan dari merasakan kesendirian dan terpisahkan.

  1. Pengalaman keberhubungan

Manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk menjadi orang yang berarti dalam dunia orang lain, dan butuh ajan perasaan bahwa kehadiran orang lain penting dalam dunia kita.

Manusia berhubungan dengan dunia luar dalam 2 bentuk :

  1. alam kekurangan (deficiency)
  2. alam menjadi (being)
  3. Dalil 4 : Pencarian Makna

Salah satu  kharakteristik yang khas pada manusia adalah perjuangannya untuk merasakan arti dan maksud hidup.

Para terapis eksistensial memandang neurosis sebagai kehilangan rasa ada, yang membawa serta pembatasan kesadaran dan penutupan kemungkinan – kemungkinan yang merupakan manisfestasi dari ada.

  1. Dalil 5 : Kecemasan sebagai syarat hidup

Kecemasana bisa menjadi suatu tenaga motivasional yang kuat untuk pertumbuhan

Kesadaran adalah akibat dari kesadaran atas tanggung jawab untuk memilih.

  1. Dalil 6 : Kesadaran atas kematian dan Non-ada

Karakteristik yang khas pada manusia adalah kemampuan untuk memahami konep masa depan dan tak bisa dihindarkannya kematian.

Hidup menjadi bermakna karena memiliki pembatasan waktu.

  1. Dalil 7 : perjuangan untuk aktualisasi diri

Manusia berjuang untuk aktualisasi diri, yakni kecenderungan untuk menjadi apa saja yang mereka mampu.

  1. Kompleks Junus :

perasaan takut, gamang,  perasaan tidak berharga  dan  meragukan kemampuan diri untuk memperoleh kemasyuran dan aktualisasi diri

  1. Dalil Maslow tentang aktualisasi diri

Manusia dalam tendensi ke arah pertumbuhan dan aktualisasi merangkum kekuatan utama yang menggerakkan proses terapeutik. Pada kodratnya, manusia memiliki dorongan yang kuat ke arah aktualisasi diri dan ingin mencapai lebih dari sekedar keberadaan yang aman tetepi ststis.

  1. Dalil dari Carl Rogers tentang “ pribadi yang berfungsi penuh”

Menurut Rogers, sifat manusia dapat dipercaya dan memandang gerak ke arah berfungsi penuh sebagai suatu kebutuhan dasar. Jika fungsi  manusia berfungsi secara bebas, maka ia akan bersifat konstruktif dan dapat dipercaya.

  1. Kelemahan Dari Teori Eksistensi Humanistik

Bebarapa kelemahan dari teori Eksistensi Humanistik antara lain :

  1. Eksistensialisme mengingkari fakta bahwa manusia harus hidup bersosialisasi dengan manusia lainnya dalam hubungan bermasyarakat;
  2. Standar moralitas (benar atau salahnya) perilaku seseorang dalam masyarakat, bukan ditentukan oleh pribadi seseorang, melainkan norma, aturan atau hukum yang menjadi kesepakatan di dalam masyarakat itu;
  3. Eksistensialist mengabaikan nilai-nilai moralitas secara objektif.
  4. Paham eksisteisme sama halnya dengan faham atiesma sehingga : manusia sebagai individu rasional yang paling tinggi keberadaannya, manusia sebagai sumber nilai terakhir serta mengutamakan perkembangan kreatifitas dan moralitas individu secara rasional dan menolak dihubungkan dengan sesuatu yang adikodrati. Humanisme memandang bahwa manusia sebagai ukuran atau kaidah dari segala sesuatu. Ini berarti menarik diri mundur dari Allah dan secara langsung dapat dikatakan, paham ini menolak Allah yang maha kuasa. Meskipun pada permulaannya, penganut paham ini adalah orang-orang yang beribadah kepada Allah, namun mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.

Artikel 6

Person Centered Therapy (Rogers)

  1. BIOGRAFI : CARL ROGERS

Carl Ransom Rogers lahir pada tahun 1902. Dia adalah anak keempat dari enam bersaudara dan dia dibesarkan di sebuah peternakan di Illinois. Orangtuanya adalah penganut Kristen fundamentalis yang taat, yang kemudian Rogers menggambarkannya sebagai orang yang sangat suka mengekang. Ia menceritakan bagaimana orang tuanya mengajarkan agar ia menjaga jarak ketika sedang berinteraksi dengan orang asing

Dinamika keluarga Rogers nampaknya mendasari perubahan-perubahan sosial dan personalnya. Dalam berbagai hal, sebagai seorang ahli terapi, Rogers dituntut untuk menciptakan lingkungan terapi yang benar-benar ramah, terbuka, dan nyaman. Ia mencoba membantu kliennya merasakan sebuah pengalaman yang merupakan kutub yang berlawanan dengan apa yang dialaminya dengan orang tuanya.

Walaupun orang tuanya tidak peduli dengan intelektualitas, Roger tetap kuliah, mulanya mengikuti peraturan keluarga dengan mengambil jurusan pertanian. Ia juga tergabung dalam kelompok Asosiasi Pemuda Kristen dan menjadi salah satu dari dua belas mahasiswa yang terpilih untuk menghadiri Konferensi Federasi Mahasiswa Kristen Dunia di Peking, China.

Dalam perjalanan inilah, menurut Bankhart, “Rogers tampak seperti Rogers.” Ia pergi selama enam bulan. Bagaimanapun pengalaman ini membawa perubahan-perubahan pada diri Rogers :

  1. Dia menolak ideologi orangtuanya yang konservatif.
  2. Dia memutuskan untuk menikahi kekasih masa kecinya.
  3. Ia memutuskan untuk meraih gelar masternya di Seminari Teologi Negara Liberal di New York.

Person-centered therapy dikembangkan oleh Carl Rogers. Ini jenis terapi menyimpang dari pandangan tradisional terapis sebagai ahli dan bergerak bukan ke arah pendekatan non-direktif yang diwujudkan teori aktualisasi kecenderungan. Teori mewujudkan kecenderungan mengatakan manusia memiliki potensi untuk menemukan realisasi kemampuan pribadi mereka sendiri. Landasan ini metode terapi ini berasal dari keyakinan bahwa setiap manusia berusaha untuk menemukan kepuasan mereka sendiri dan pemenuhan potensi sendiri. Carl R. Rogers menyatakan bahwa, “Individu memiliki dalam diri mereka sendiri sumber daya yang luas untuk pemahaman diri dan untuk mengubah diri mereka-konsep, sikap dasar, dan self-directed perilaku, sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan jika iklim didefinisikan sikap psikologis fasilitatif dapat diberikan “(dari Carl R. Rogers. Cara Menjadi Boston: Houghton Mifflin,. 1980, hal.115-117).

Rogers mengidentifikasi enam faktor utama yang merangsang pertumbuhan dalam individu. Dia menyarankan bahwa ketika kondisi ini terpenuhi, orang akan tertarik ke arah pemenuhan potensi konstruktif. Menurut teori Rogerian, enam faktor yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah:

  1. Terapis-Klien Kontak Psikologis: harus ada hubungan yang berbeda dan dikenali antara terapis dan klien dan harus divalidasi oleh kedua belah pihak.
  2. Klien ketidaksesuaian, atau Kerentanan: klien rentan terhadap ketakutan dan kecemasan yang mencegah mereka meninggalkan hubungan atau situasi dan bahwa ada bukti yang jelas tentang ketidaksesuaian antara apa yang klien menyadari dan pengalaman aktual.
  3. Therapist Kongruensi, atau keaslian: terbukti bahwa terapis diinvestasikan dalam hubungan dengan klien untuk tujuan penyembuhan. Terapis benar-benar tertarik dalam pemulihan mereka dan dapat mengakses pengalaman mereka sendiri sebagai bantuan dalam proses pemulihan.
  4. Terapis Regard Positif Unconditional (UPR): ada unsur yang mengungguli semua orang lain, dan itu adalah unsur penerimaan tanpa syarat. Dengan menyediakan platform keterbukaan dan penerimaan, klien dapat mulai untuk menghilangkan persepsi miring mereka sendiri bahwa mereka dikumpulkan dari orang lain.
  5. Therapist pemahaman empatik: klien merasa empati asli dari terapis berkaitan dengan konstruk internal mereka dan persepsi. Ini perasaan empati membantu memperkuat perasaan cinta tanpa syarat.
  6. Persepsi Klien: persepsi hal positif tanpa syarat dan penerimaan empatik lengkap dan pemahaman yang dirasakan oleh klien, jika bahkan hanya sedikit.
  7. Konsep-konsep dasar Terapi Person-Centered

Menekankan pada dorongan dan kemampuan yang terdapat dalam diri individu yang berkembang, untuk hidup sehat dan menyesuaikan diri.

Menekankan pada unsur atau aspek emosional dan tidak pada aspek intelektual.

Menekankan pada situasi yang langsung dihadapi individu, dan tidak pada masa lampau.

Menekankan pada hubungan terapeutik sebagai pengalaman dalam perkembangan individu yang bersangkutan.

Konsep dasar pandangan tentang manusia

Pandangan person centered tentang sifat manusia konsep tentang kecenderungan-kecenderungan negatif dasar. Rogers menunjukkan kepercayaan yang mendalam pada manusia. Ia memandang manusia sebagai tersosialisasi dan bergerak ke muka, sebagai berjuang untuk berfungsi penuh, serta sebagai bmemiliki kebaikan yang positif pada intinya yang terdalam. Pendek kata, manusia dipercayai dan karena pada dasarnya kooperatif dan konstruktif, tidak perlu diadakan pengendalian. Maka dengan pandangan ini, terapi person-centered berakar pada kesanggupan seseorang (klien) untuk sadar dan membuat putusan-putusan

  1. Tujuan utama pendekatan person-centered therapy adalah untuk menciptakan iklim yang kondusif sebagai usaha untuk membantu konseli menjadi pribadi yang utuh, yaitu pribadi yang mampu memahami kekurangan dan kelebihan dirinya dirinya. Tidak ditetapkan tujuan khusus dalam pemdekatan person-centered, sebab konselor digambarkan memiliki kepercayaan penuh pada konseli untuk menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya dari dirinya sendiri.

Secara lebih terperinci, tujuan konseling person-centered adalah :

Membantu konseli untuk menyadari kenyataan yang terjadi terhadap dirinya

Membantu konseli untuk membuka diri terhadap pengalaman-pengalaman baru

Menumbuhkan kepercayaan diri konseli

Membantu konseli membuat keputusan sendiri

Membantu konseli menyadari bahwa manusia tumbuh dalam suatu proses

  1. Peran Terapist pada proses terapi adalah :

Terapis tidak memimpin, mengatur atau menentukan proses perkembangan terapi tetapi itu dilakukan oleh klien sendiri.

Terapis merefleksikan perasaan-perasaan klien sedangkan arah pembicaraan ditentukan oleh klien.

Terapis menerima individu dengan sepenuhnya dalam keadaan atau kenyataan yang bagaimanapun.

Terapis memberi kebebasan kepada klien untuk mengekspresikan perasaan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

  1. Kelebihan Dan Kekurangan Person Centered Therapy

Kelebihan dari terapi ini klien memiliki pengalaman positif dalam terapi ketika mereka fokus dalam menyelesaiakan masalahnya dan dapat mengekpresikan dirinya secara penuh ketika mereka mendengarkan dan tidak dijustifikasi. Kekurangannya: Sulit bagi therapist untuk bersifat netral dalam situasi hubungan interpersonal dan terapi menjadi tidak efektif ketika konselor terlalu non-direktif dan pasif.

DAFTAR PUSTAKA :

Feist, Jess  & Gregory J, Fest. (2011). Teori kepribadian, edisi 7 buku 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Surya, Prof. DR. H. Mohamad. (2003). Teori-teori konseling. Bandung : Pustaka Bani Quraisy

Elvira SD. Kumpulan Makalah Psikoterapi, Balai Penerbit FKUI, 2005: 5,7, 9.

Singgih, Gunarsa. (2004). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

Maulany, R.F. (1994). Buku Saku Psikoterapi: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Corey, Gerald. (2009). Teori Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Refika Aditama.

Supriyadi T, Indrawati E. (2005). Psikologi Konseling. Semarang : Antari Cipta Sejati.

Corey,G. (2010). Teori dan Praktek Konseling dan Spikoterapi. Bandung : Refika  Aditama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s